2014

PERMOHONAN KTA SKK SATRIA SHOOTING CLUB - PERBAKIIN :
  1. WNI / WNA ( Yang Memiliki KITAS ).
  2. Foto Copy KTP / Identitas Lainnnya.
  3. Foto Copy Kartu Keluarga.
  4. Foto Ukuran 4x6 Sebanyak 3 Lembar.
  5. SKCK Yang Masih Berlaku.
  6. Surat Keterangan Sehat Dari Dokter.
  7. Mengikuti Latihan Menembak Tiga Kali Berturut - Turut.
  8. Mengisi Formulir Registrasi Pendaftaran Membership / Keanggotaan.
  9. Biaya Administrasi Pembuatan Kta Perbakin Club Dan Kta Perbakin Dapat Konfirmasi Ke No Kontak Di Bawah Ini.
  10. Kta Masa Berlaku 1 (Satu) Tahun, Untuk Perpanjangan Kirim No Anggota Yang Berada Di Kta Tersebut Dan Untuk Biaya Dapat Konfirmasi. 
  11. Data-Data Dapat Dikirim Langgsung Melalui :
     E- Mail : kta.ssc@gmail.com /
  12.    Silahkan Pilih Rekening Pembayaran Dibawah Ini.
     



Info Admin :

0812-5161-1118
 
    
5EBE194E
   
0812-5161-1118
SMS CENTER:
0812-5161-1118
 

SAMPLE KTA DAN SKK SATRIA SHOOTING CLUB - PERBAKIN

http://satria-sc.blogspot.com/




SATRIA Shooting Club adalah sebuah wadah perkumpulan para peminat, hobies, dan pemain/ tembak menggunakan Airsoftgun maupun senjata api dibawah naungan Perbakin  yang ada di Indonesia ini. SATRIA muncul dan berkembang karena sebuah obsesi yang mulia, yaitu menjadikan para pecinta olahraga Menembak dan Komunitas Airsoftgun untuk bersatu dalam sebuah wadah organisasi yang sehat dan dinamis. SATRIA berdiri pada tanggal 9 Maret 2012 di lapangan Tembak Djamsuri. Wing 1 Paskhas Jl. Kumboyono no. 1 Pondok Gede, Jakarta Timur.

SATRIA ingin menjadi wadah organisasi dengan keanggotaan yang luas di seluruh pelosok Indonesia, juga menjadi organisasi yang mampu memberikan banyak manfaat dan keuntungan kepada para anggotanya, baik secara keahlian maupun keorganisasian. Tentunya, SATRIA masih membutuhkan support dan dorongan dari para tokoh bangsa, pejabat public, Aparatur Nagara dan tokoh-tokoh pemuda lainnya, untuk menjadikan SATRIA gerbong baru dalam dinamika kepemudaaan di Indonesia.

Saat ini tokoh-tokoh yang mendukung Terbentuknya Satria Shooting Club Seperti Dewan Pembina kami Bapak LetJen TNI (Purn) DR. H Sutiyoso dan Pembina Kombes Pol Drs H. Eko Saktiono












Sejarah Perbakin
 
Secara harfiah kata menembak berarti dua hal :
·    Melepaskan peluru dari senjata api
·    Mengarahkan sesuatu kepada sesuatu
Dari kedua kata itu maka akan muncul 3 hal penting dari konsep menembak :
1.  Kebendaan, yaitu alat untuk menembak.
2.  Manusia yang merupakan subjek dari pemakaian alat.
3.  Sasaran sebagai aktifitas objek dari menembak melalui senapan ataupun pistol
 
Dari ketiga pengertian konsep itulah maka dapat dilihat bahwa menembak merupakan kerja ide dan indera yang terhimpun dalam suatu waktu, suatu tempat, dan suatu reaksi yang semua terakumulasi dalam kerja menembak.

Bila dibanding dengan olahraga lain menembak terutama tembak sasaran merupakan satu kerja yang berkesinambungan antara aksi dengan reaksi. Dalam menembak,setiap petembak harus memiliki ketenangan, ketahanan, dan pengontrolan diriyang ditopang dengan fisik yang baik dengan keseimbangan besar yang terkontrol dan aktif.

Aktifitas, Ide, dan himpunan dari waktu, tempat, dan reaksi merupakan suatu bentuk dan syarat untuk dimulainya bekerjanya organ tubuh secara rahfia untuk melakukan gerakan atau aktifitas, karena itu menembak merupakan cabang olahragayang harus berhasil mengakumulasi ide, waktu, tempat dan reaksi untuk berprestasi. Sebagai suatu cabang dari olahraga yang juga merupakan aktifitas budaya, maka menembak merupakan suatu aktifitas badan yang lahir dan besar dalam suatu konteks tertentu.

Di Indonesia, olahraga menembak diawali dengan terbentuknya ” NICG ” atau singkatan dari Perkumpulan berburu dengan menggunakan senjata api. Kemunculan NICG pada paruh pertama abad 20 dari segi politik dan ekonomi ada dua hal,yakni strategi politik kolonial dan strategi pendekatan keamanan kepada masyarakat. Kebijakan ini kenyataannya memberikan kesempatan besar pada perusahaan asing untuk menyewa lahan pertanian. Situasi inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa NICG harus ada, saat itulah mereka orang eropa yangada di tanah air menjadikan lahan pertanian yang mereka sewa sebagai lahan berburu, kegemaran berburu ini juga memiliki andil besar dalam rangka lahirnya olahraga menembak.

PON I Solo tahun 1948, memang tidak menyertakan cabang menembak untuk dipertandingkan meski saat itu Persatuan Buru sebagai wadah para hobbies telah dibentuk. Mudah dipahami, karena menembak pada waktu itu dikonotasikan sebagai aktifitas kerja politik bukan aktifitas olahraga. Baru pada tahun 1950, menembak masuk kedalam cabang olahraga, ketika itu Didi Kartasasmita, Oisaid Suryanatanegara,dan kawan-kawan membentuk Perhimpunan Olahraga Perburuan Indonesia (PORPI) yang dimaksud sebagai hobies dan olahraga, singkatnya olahraga menembak ini cepat mendapat tempat dihati masyarakat tetapi menembak sasaran belum nyata langkahnya.
Angin segar tampaknya menerpa para hobies yang tak jauh dari kesehariannya,tiga perwira angkatan darat mengadakan pendekatan kepada PORPI untuk memecahkan masalah. Ketiga perwira itu adalah Mayjen Sungkono, panglima divisi brawijaya. Kolonel Soedirgo, komandan CPM seluruh Indonesia, dan Kol. Purnomo, Staff CPM.

Tanggal 25 Mei 1960, mengadakan pertemuan dan hasilnya adalah pernyataan bahwa perlu dibentuk organisasi menembak dan berburu yang baru untuk menggantikan PORPI. Hasil ini disampaikan ke Kementerian Olahraga bahkan saat itu pula, Kementerian Olahraga sedang mengadakan pemantauan pada Olimpiade Roma 1960 tentang apa dan bagaimana aturan resmi olahraga menembak. Maka dalam waktu singkat, tepatnya 17 Juli 1960 resmi didirikan Persatuan Menembak Sasaran danBerburu Seluruh Indonesia disingkat PERBAKIN yang peresmiannya dilakukan di Jawa Timur.

Dengan terbentuknya perbakin maka ada tugas-tugas yang harus dijalankan perkumpulan ini antara lain membimbing, mengkoordinir, dan mengawasi perkumpulan-perkumpulan serta organisasi bidang menembak diseluruh Indonesiadan merencanakan dan meyelenggarakan kegiatan olahraga menembak. Tugas lain adalah menyebarluaskan tata cara secara teratur sesuai ketentuan perundang-undangan yang telah ditetapkan dari sinilah terlihat bahwa PERBAKIN bukan sekedar wadah perhimpunan olahraga menembak namun juga sebagai wada hpengontrol para pemilik senjata api secara organisasi. Setelah itu setahun kemudian perbakin masuk wadah olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Mayjen Sungkono dipilih sebagai Ketua Umum PB-Perbakin yang pertama yang didampingi Abubakar Lubis, Soetrisno, Ir. Kunto Adji, Soedirgo, Sujanuji, Purnomo, dan Alibasa Saleh.

Langkah nyata yang semakin maju adalah dengan mengikut sertakan cabang olahraga menembak pada Asian Games 1962. Ivent ini menyertakan Leli Sampoerno, Ny.Sugodo, dan Cokro Kamary, Ergy Ismail, Lessy, Kisono. Meski mereka latihan seadanya dengan pelatih Niluen Stevanovic dalam waktu 6 bulan ada prestasi yang membanggakan karena Lely Sampoerno berhasil meraih medali perak untuk Free Pistol. 

Ada dua masa kepengurusan yang menjadi era konsulidasi bagi PB Perbakin yakni kepengurusan Mayjen Sungkono tahun 1961 – 1967 dan kepengurusan Rusmi Nuryatin 1967-1969. Masa ini juga menjadi masa peletak program bagi PB Perbakin. 
Hasil pembinaan prestasi tahun awal berdiri hingga periode kedua inilah yangmenjadi jalan keberhasilan saat kepengurusan Suwoto Suhendar dari tahun 1969 –1977 Perbakin terus berupaya maju dan tahun 1973 Ny. Lely Sampoerno pada PONVIII di Jakarta, berhasil memecahkan Air Pistol yang khusus diikuti pria. Nilai372 yang sekaligus memecahkan rekor merupakan prestasi bagi atlet putri yangmengalahkan atlet pria.

Ada yang sangat menarik dari cabang menembak yakni masalah yang dari periode keperiode tetap sama dan solusi yang kerap pula identik dari periode ke periodetetapi lucunya itu-itu saja yang dilakukan mengapa begitu? Mantan Ketua UmumPB-Perbakin Edy Sudrajat pada wacana yang ditulis Menebar Program Menuai Prestasi mengatakan bahwa ada faktor stagnasi dalam menyimpulkan jalan terbaik,apakah yang dapat dilakukan ?

Sebagai cabang olahraga yang notabenenya berada disatu induk ke organisasian yaitu KONI, cabang olahraga menembak selalu saja menghadapi permasalahan umum yang sama dari mulai kesulitan mendapatkan bapak angkat, dana pembinaan rutin, pembinaan atlet yang sering tidak beraturan, hingga kesulitan melakukan evaluasi hasil pertandingan karena memang yang mengikuti pun hanya itu-itu saja. Bahkan atletnya pun juga hanya itu-itu saja, bagaikan reuni bila hadir dalam event-event tertentu. Atlet yang puluhan tahun masih bercokol disini dantak banyak wajah baru yang tampil dengan prestasi membanggakan. Inilah kesulitan dan permasalahan umum dalam wilayah keolahragaan di Indonesia. Perbakin sebagai induk organisasi olahraga menembak di Indonesia yang sejak keberadaannya tahun 1960 sebenarnya telah menetapkan beberapa fisi, program, dan solusi startegi yang selalu saja menitik beratkan pada upaya menjadikan olahraga menembak itu sebagai olahraga yang tidak sekedar ekslusif namun bisa bersifat masal dan terorganisir. Sangat sulit berkembang bila Perbakin menjadi olahraga untuk golongan atau masyarakat tertentu. Untuk itu sulit maju sebab hanya dengan keterbukaan dan kebersamaan Perbakin akan menjadi cabang olahraga yang dikenal dan digemari masyarakat sehingga banyak atlet yang muncul dari rasa senang. Memang tidak selayaknya olahraga ini menjadi tampak menakutkan. Apalagi, bila pengurus yang bercokol sulit untuk berkomunikasi, hasilnya past jauh dari prestasi.

Memang banyak yang telah dilakukan seperti upaya pemantapan program kerja jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, kemudian peraturan dan revisi anggaran rumah tangga belum lagi setumpuk keputusan yang dikeluarkan. Semua menggambarkan betapa dinamisnya upaya untuk mengangkat cabang menembak sebagai olahraga yang dikenal dan gampang dimasyarakat langkah ini telah lama dilakukan tetapi kendala lain selalu datang saat konsep yang telah matang dijalankan, terputus oleh karya baru oleh pengurus baru, walaupun niatnya sama untuk meningkatkan prestasi.

Mungkin ada metode terbaik yang menjadi solusi dari ruwetnya situasi. Ini semua bisa dilakukan bila dukungan mengalir dari semuapihak termasuk para birokrat namun bagaimana bisa dilakukan pendekatan kalau prestasi masih terbatas dan tidak mampu menyita perhatian masyarakat. Untuk itu diperlukan suatu sinergi keorganisasian yang sifatnya tidak saling mengandalkan. Pengurus Besar memang bukan struktur organisasi birokrasi yang menetapkan dan mengawasi program kerja tetapi PB adalah komponen terakhir yang menerima limpahan hasil kwalitas yang dilakukan cabang, klub, pengurus daerahdalam mendapatkan bibit atlet unggulan.

Orientasi yang terjadi dan ideal adalah dari bawah keatas dengan asumsi menyediakan sistem pelatih yang menyiapkan atlet-atlet untuk melakukan aktifitas prestasi. Mekanisme kerja ini tentu merupakan mekanisme ideal untuktidak lagi berkutat pada masalah dana dan cara melakukan pembinaan, dan lain-lain.


PROSEDUR MENJADI ANGGOTA PERBAKIN


Hobi hadir dalam berbagai dan bentuk sesuai dengan pilihan setiap individu, termasuk kegemaran menembak. Hobi ini tergolong cukup unik karena memadukan unsur kesenangan sekaligus kehati-hatian sebab memainkan senjata api bukanlah sesuatu yang sepenuhnya aman. Terlebih, peredaran senjata api bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah.

Anda yang merupakan penggemar olahraga menembak di Indonesia sebaiknya bergabung dengan PERBAKIN sebagai dan salah satu organisasi menembak resmi. Dengan bergabung disini, maka Anda tidak hanya bisa menyalurkan hobi namun juga berkesempatan bertemu sesama penggemar olahraga menembak sekaligus mencetak prestasi.

seperti apa gambaran umum organisasi ini dan bagaimana cara daftar anggota PERBAKIN ? Berikut merupakan sekelumit informasi yang dapat Anda jadikan sebagai pedoman:

Rangkuman Sepenggal Kisah PERBAKIN

Olahraga menembak di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak paruh pertama abad ke-20 dengan terbentuknya “NICG” yang merupakan perkumpulan berburu menggunakan senjata api. Pada waktu itu kebanyakan anggotanya adalah orang Eropa yang berada di Indonesia karena Ibu Pertiwi masih dibawah jajahan Belanda.

Hobi menembak baru dijadikan sebagai cabang olahraga setelah pada tahun 1950 Didi Kartasasmita, Oisaid Suryanatanegara, dan beberapa orang lainnya membentuk Perhimpunan Olahraga Perburuan Ondonesia (PORPI) yang kemudian berganti nama menjadi PERBAKIN pada 17 Juli 1960 lalu. Kepanjangan Perbakin sendiri merupakan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia dengan misi utama mengenalkan cabang menembak pada masyarakat. Setahun sejak berubah nama menjadi PERBAKIN, wadah menembak Indonesia ini akhirnya masuk sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan Mayjen Sungkono sebagai Ketua Umum PB-PERBAKIN pertama dengan didampingi oleh Abubakar Lubis, Soetrisno, Ir. Kunto Adji, Soedirgo, Sujanuji, Purnomo, dan Alibasa Saleh.

PERBAKIN mendapat sambutan cukup meriah dari masyarakat dengan kemudian muncul berbagai cabang, mulai dari PERBAKIN Jakarta, PERBAKIN Bandung, dan lain sebagainya. Pada perkembangannya, klub menembak di Indonesia ini bahkan membentuk sekolah menembak PERBAKIN  yang dimaksudkan untuk melakukan pembinaan sejak dini pada bibit-bibit atlet unggulan. Sekolah yang dibentu ini nantinya di harapakan dapat menghasilkan penembak unggulan yang dapat berkontribusi serta berlaga di ajang menembak nasional maupun internasional untuk mengharumkan nama Indonesia.

Menjadi anggota perbakin memang tidak mudah dan semuanya membutuhkan proses dan persiapan dari segi persyaratan dan prosedur yang berlaku. Banyak sekali diantara penghobi olahraga menembak memiliki keinginan untuk menjadi anggota dan memiliki kartu anggota PERBAKIN dengan berbagai alasan yang berbeda, salahsatunya mendapat pengakuan resmi dari organisasi olahraga tersebut.

Kebanggaan terhadap organisasi cabang olahraga menembak ini dapat dilihat banyaknya aksesories yaitu stiker PERBAKIN, kaos dan topi PERBAKIN, emblem/plat PERBAKIN, yang menempel di kendaraan bermotor meskipun pemilik tersebut belum tentu salah satu anggota PERBAKIN. Kebanggaan tersebut mungkin dikarenakan olahraga menembak adalah olahraga yang menantang, Jantan, tangguh, unik dan bergengsi.

Namun kebanggaan dan kecintaaan terhadap olahraga menembak ini sering kali disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sering kita dapati di dunia maya, yang menjual jasa membuat KTA CLUB PERBAKIN dan KTA PERBAKIN.
Berikut ini kami sampaikan penjelasan dari pertanyaan diatas… Persyaratan Dan Prosedur dalam pembuatan Kartu Tanda Anggota ( KTA PERBAKIN ). Perlu Di Ketahui KTA CLUB PERBAKIN dan KTA PERBAKIN itu jelas berbeda dan seperti dibawah ini :

1.      KTA PERBAKIN NASIONAL = Di Keluarkan Oleh PB PERBAKIN Langsung.
2.      KTA CLUB PERBAKIN = Club Yang Terdaftar Di Bawah Naungan PB PERBAKIN. 

Pemilik KTA CLUB PERBAKIN menyatakan ia adalah anggota club yang bernaung di bawah PERBAKIN. Artinya IYA / BETUL adalah anggota club namun belum tentu anggota PERBAKIN akan tetapi club tersebut sudah terdaftar di PB PERBAKIN dan sudah di akui, Contoh Club yang terdaftar di Bawah NAUNGAN PB PERBAKIN, ( KTA yang Terdapat  Logo PERBAKIN dan Logo Club ) Dan Terdaftar Di PB PERBAKIN, Disini Yang Kami Bahas Adalah PROSEDUR MENJADI ANGGOTA PERBAKIN / PERMOHONAN KTA PERBAKIN NASIONAL.


PROSEDUR MENJADI ANGGOTA PERBAKIN

Beberapa individu yang berminat menggeluti hobi menembak terkadang belum tahu  cara daftar anggota PERBAKIN. Mendapatkan kartu anggota perkumpulan ini sebenarnya dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

Anda dapat meminta informasi lengkap mengenai keanggotaan dengan menghubungi Pengurus Daerah atau Pengurus Cabang PERBAKIN di sekitar lingkungan Anda tidak bisa langsung daftar anggota PERBAKIN secara langsung. Untuk ini, Anda wajib terlebih dahlu menjadi anggota klub menembak setempat dengan memenuhi persyaratan keanggotaan klub yang akan diikuti. Anda baru bisa mendaftar sebagai anggota resmi PERBAKIN setelah satu tahun menjadi member klub menembak tertentu Cara daftar anggota PERBAKIN ini dimulai dengan pemenuhan syarat-syarat sebagai berikut :

Persyaratan utama untuk menjadi anggota PERBAKIN yakni:

  1. Seseorang tersebut haruslah menjadi anggota club menembak resmi PERBAKIN terlebih dahulu atau setidak nya sudah terdaftar di salah satu club yang sudah di bawah naungan PERBAKIN, seperti Sperti Club – Club Yang berada Di Bawah Naungan PB PERBAKIN. Hal ini merupakan sebuah proses anggota perbakin dalam mengenal olahraga menembak lebih dalam lagi, baik cara penggunaan senjata, safety untuk diri sendiri dan orang lain, hukum, tata tertib dll.
  2. Setelah resmi menjadi anggota dan memiliki KTA Club maka mintalah surat rekomendasi kepada ketua club tersebut untuk menjadi anggota PERBAKIN ( KTA PERBAKIN ). 

PERBAKIN sebagai organisasi olahraga menembak di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sebuah wadah untuk pecinta seni penuh tantangan satu ini. Wadah tersebut juga menjadi sebuah alat untuk mengontrol peredaran senjata api di Indonesia sehingga tidak sembarangan orang dapat memilikinya tanpa persayaratan tertentu. PERBAKIN dalam perkembangannya memiliki lisensi khusus terhadap seluruh senjata api resmi yang beredar di Indonesia. Proses penjualan dan pembelian senjata api harus mendapat pengawasan dari PERBAKIN sehingga tidak jatuh ke tangan yang salah.

PERBAKIN menerapkan aturan cukup ketat bagi setiap anggota. Hal ini penting dilakukan sebab senjata api bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Apabila disalahgunakan, penggunaan senjata api dapat menjadi sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Cara daftar PERBAKIN yang cukup rumit dengan peraturan ketat tentunya dibuat sebagai salah satu bentuk pencegahan agar peredaran dan penggunaan senjata api di Indonesia dapat dikontrol serta tidak membahayakan.
































                                                                                                                                                                                                             

 







Merujuk Surat PENGPROV PERBAKIN DKI JAYA Nomor : 259 / SEK/PJ/VIII/2014 Tanggal 22 Agustus 2014 perihal Kejuaraan Menembak tingkat nasional,
Kami menginformasikan kepada anggota SATRIA SHOOTING CLUB pada khususnya dan pembaca online sekalian pada umumnya bahwa ada undangan perihal kejuaraan menembak tingkat nasional yang akan diselenggarakan oleh Pengprov PERBAKIN Kalimantan Timur yang bertajuk " AWANG FAROUK CUP III " pada tanggal 21 s/d 28 September 2014 di Lapangan tembak Manggar - Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dan even berikutnya adalah KEJURNAS yang diselenggarakan oleh  COMUNITY 300 SC yang bertajuk " BASCOT III COMUNITY 300" pada tanggal 10 s/d 12 Oktober 2014 di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Brimob Kelapa Dua.
Sebagai tambahan informasi bahwa KEJURNAS tersebut merupakan bagian dari tahap kualifikasi PON tahun 2016 dengan mempertandingkan event tembak sasaran ( MQS PON 2016 )









Deskripsi :
Pelatihan Dasar Berburu di Pengda DKI Jakarta.


Segera dapatkan informasinya di Pengda DKI Jakarta


Telp. 021  573 1925
Tanggal : 28 September 2012 s/d 30 September 2012
Tempat : Lapangan Tembak Senayan, Jakarta
Waktu : 08.00 s/d 17.00 WIB
Pengirim/Contact Person : Admin


-Sumber : Perbakin.or.id

Deskripsi : "Kapolri Cup dan Lely Sampoerno Cup 2012" (OPEN)

Air and Sport
Tanggal : 29 November 2012 s/d 02 Desember 2012
Tempat : Lapangan Tembak Senayan, Jakarta
Waktu : 08:00 WIB
Pengirim/Contact Person : Admin


PENATARAN TEMBAK REAKSI 2013
Diposting tanggal: 5 Maret 2013
Deskripsi : ISI AGENDA BISA LANGSUNG DOWNLOAD di MENU DOWNLOAD



Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Admin.
Tanggal : 09 Maret 2013 s/d 10 Maret 2013
Tempat : Lapangan Tembak Senayan, Jakarta
Waktu : 09:00 WIB
Pengirim/Contact Person : Admin/Humas

-Sumber : Perbakin.or.id


======================================================================================================================


Deskripsi : "Kapolri Cup dan Lely Sampoerno Cup 2012" (OPEN)

Air and Sport
Tanggal : 29 November 2012 s/d 02 Desember 2012
Tempat : Lapangan Tembak Senayan, Jakarta
Waktu : 08:00 WIB
Pengirim/Contact Person : Admin









TENTANG AIRSOFTGUN

 Apa Itu Airsoft Gun? Airsoft gun merupakan mainan senjata replika yang memiliki ukuran sama dengan jenis senjata aslinya. Mainan replika airsoft gun ini merupakan replika jenis senjata-senjata yang ada di dunia, baik dari jenis pistol, revolver, submachine gun, assault rifle, sniper rifle, dan shotgun. Walaupun termasuk kategori mainan, airsoft gun juga dapat melontarkan peluru plastik bulat berukuran 6mm (biasa disebut bb, red.) baik secara single action, semi otomatis ataupun full automatic.

Material inti dari airsoft gun sebagian besar terbuat dari bahan ABS resin (seperti bahan yang digunakan pada handphone), yang dikombinasikan dengan alluminum alloy, dan zinc. Berat rata-rata jenis airsoft gun berkisar antara 70% hingga 90% dari berat senjata aslinya. Kadangkala, supaya mendekati berat senjata aslinya, pada jenis-jenis tertentu, magazine pada airsoft gun jenis pistol dibuat dengan berat yang lebih berat ketimbang magazine senjata aslinya.



                                        
Digerakkan Oleh Hembusan Udara
Pada dasarnya, airsoft gun digerakkan oleh hembusan udara yang dihasilkan oleh piston yang digerakkan oleh pengokang pada jenis spring gun (SPG), oleh motor yang digerakkan oleh baterai pada jenis electric gun (EG: Electric Gun/AEG:Automatic Electric Gun) atau hembusan gas (freon) pada jenis Gas Blowback Gun (GBB).
Hembusan udara tersebut, memutar bb bulat berukuran 6mm dalam laras airsoft gun agar laju bb tersebut bisa semakin akurat. Fasilitas ini dinamakan fasilitas Hop-Up, yang sudah banyak diadaptasi oleh mainan airsoft gun dewasa ini.
Seperti dijelaskan pada uraian diatas, sistim penggerak pada airsoft gun membaginya menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu;
• Spring Gun (SPG) – Penggerak dengan menggunakan sistim pegas/per.
• Gas Blowback Gun (GBB) – Penggerak dengan menggunakan sistim gas, dan
• Automatic Electric Gun (AEG) atau Electric Gun (EG) – Penggerak dengan menggunakan sistim motor yang digerakkan oleh baterai.

Mekanisme spring (pegas/per) biasanya diterapkan pada model-model airsoft gun jenis awal yang banyak diadaptasi pada mainan jenis pistol. Dengan menarik slide-nya, otomatis Anda mengokang pistol tersebut. Anda harus mengokang kembali pistol Anda jika Anda hendak menembakkannya kembali. Beberapa jenis pistol spring antara lain dari type Glock 17, Sig P228, Colt GM MKIV/70, H&K P7, dll. Mekanisme jenis ini juga banyak diadaptasi untuk jenis bolt action rifle, seperti jenis APS2, M24 Police Sniper, M82 Barret, M1 Carbine, dll.

Jenis Gas Blowback Seperti namanya, jenis ini menggunakan gas untuk menghembuskan gas jenis freon (HFC 134/R22) yang akan meniupkan bb 6mm tersebut. Kelebihan jenis ini adalah efek hentakan (recoil) atau blowback yang ditimbulkannya bagi banyak penggemar menghasilkan sensasi yang tersendiri dibandingkan jenis lainnya. Jenis GBB ini merupakan type airsoft gun paling populer karena banyak diterapkan pada jenis replika senjata laras pendek (pistol).

Jenis yang diproduksipun ratusan jumlahnya, replika dari senjata terkenal seperti Colt SAA, Deringer, S&W M249, Colt 1911-A1, Glock 17, Glock 26, Sig Sauer P226, Walther PPK/S, Walther P99, UZI, M11 Ingram (inzet), dan masih banyak lagi.
Image Percaya atau tidak, foto ini adalah foto airsoft gun M11 Ingram yang dibuat oleh KSC Corporation, Jepang.

Jenis Electric Gun merupakan Jenis terkini yang juga sangat populer. Disebut electric gun karena mekanisme pendorong tenaganya digerakkan oleh motor (dynamo) yang digerakkan oleh tenaga baterai yang mendorong piston untuk bergerak maju/mundur menghembuskan bb 6mm agra segera meluncur di dalam laras. Jenis electric gun sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu; EG (Electric Gun) yang tidak menghasilkan fungsi full automatic pada senjata yang mengusung sistim tersebut dan AEG (Automatic Electric Gun) yang mampu memberondongkan ratusan peluru secara full automatic. Type EG banyak diadaptasi oleh jenis pistol, dan digerakkan oleh 4 (empat) buah batere AAA dan sebuah dynamo kecil saja. Jadi, jika Anda mengharapkan sensasi tertentu dari jenis ini, silahkan kecewa. Karena jenis ini tidak se-reliable kakaknya dari jenis AEG. Dessert Eagle, Beretta M92FS, merupakan contoh dari seri electric gun ini. Jika Anda seorang pemula atau seorang kolektor, jenis ini bisa Anda miliki sebagai barang koleksi. Walaupun mekanismenya kurang realistis, jenis ini memiliki marking (tanda/cap) yang sama dengan senjata aslinya hingga cukup layak dikoleksi ketimbang produk lain yang lebih mahal. Jenis yang memiliki mekanisme lebih maju dipegang oleh type AEG (Automatic Electric Gun). Selain mengusung motor berkekuatan tinggi, sumber tenaga yang digunakan juga merupakan batere kering dari jenis NiCad (Nickel Cadmium) atau NiMH (Nickel Metal Hybrid) yang biasa digunakan pada telpon selular (tetapi memiliki kemampuan lebih tinggi). Seperti pada penampang diatas, baterai akan menggerakkan motor yang dengan mekanisme mekanik akan menggerakkan piston yang akan bergerak maju-mundur melesatkan bb 6mm melalui larasnya.
Dengan baterai berkapasitas 600mAH hingga 3300mAH, dengan kekuatan 8,2V hingga 12V, ribuan butir bb plastik 6mm bisa dimuntahkan tanpa perlu mengisi ulang (charging) baterai. Alasan ini juga yang membuat banyak hobbyist mengkoleksinya untuk digunakan dalam permainan perang-perangan (airsoft wargames).
Anda penggemar film-film perang atau film action seperti Black Hawk Down, S.W.A.T, Windtalkers, We Were Soldier, The Rock, Navy Seals, The Heat, Bad Boys, dll. Kini dapat memiliki replika senjata-senjata yang banyak digunakan pada film-film tersebut.
Sebut saja M16-A1, M16-A2, M4A1 Carbine, M733, XM177E2, MP5-SD6, MP5-A5, AK47, Steyr AUG, FAMAS, dan banyak jenis lainnya telah diproduksi dalam jenis AEG-nya.

BEDA HARGA BEDA KUALITAS
Rata-rata airsoft gun diproduksi oleh produsen dari Jepang. Fabrikan-fabrikan airsoft terkemuka seperti Tokyo Marui, KSC, Maruzen, TOP, Hudson, dll dan juga beragam produsen aksesoris/custom shop seperti First Factory, Noda-ya, Sheriff, PDI seakan saling berlomba menciptakan/memproduksi beragam jenis replika senjata airsoft gun dengan kualitas yang terjaga.

Desain yang benar, bentuk yang sesuai, mekanisme penggerak yang baik dan tentu saja izin/lisensi dari pabrik pembuat senjata aslinya menjadikan produk-produk Jepang memiliki harga yang relatif lebih tinggi ketimbang produk-produk dari Taiwan, Korea, Hong Kong atau bahkan dari China. Kalau produk airsoft gun dengan mekanisme sederhana, bentuk yang kurang menyerupai senjata aslinya dan menggunakan material dari bahan murahan bisa seharga puluhan ribu rupiah di pasar-pasar/toko mainan, produk airsoft gun dari Jepang ini bisa membanderol harga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah. Anda harus jeli memperhatikan jenis-jenis airsoft gun, jika Anda memiliki tujuan untuk mengkoleksinya. Beberapa jenis buatan

Produsen Airsoft Jepang antara lain; Tokyo Marui, Maruzen, KSC, Shoei, Hudson, TOP, Tanaka, MGC, Marushin, dll. Sedangkan produsen dari Taiwan antara lain ICS, UHC, KHC, KWC, KWA, dll. Produsen dari Korea antara lain Monica Airsoft, Academy, Toystar, dll.

Bukan Untuk Senjata Beladiri
Walaupun bentuknya menyerupai bentuk aslinya, airsoft gun tetaplah merupakan sebuah mainan. Rancang bangun dan mekanisme dari airsoft gun sangatlah berbeda dengan senjata aslinya. Selain material yang digunakannya, sistim penggeraknya dirancang hanya sebagai mainan untuk koleksi ataupun olahraga (permainan peperangan) saja. Rata-rata airsoft gun standard pabrik menghasilkan energi sebesar 1 joule, dengan kecepatan lesat bb (muzzle velocity) sekitar 280fps s/d 330fps (atau antara 90m/detik s/d 100m/detik). Daya jangkau efektif rata-rata untuk jenis SPG adalah 5m, 10m untuk untuk GBB dan 20m untuk AEG.

Dengan mekanisme internal airsoft gun, bentuk dan material bb, energi yang dihasilkan dan jarak jangkaunya yang relatif pendek, mainan airsoft gun ini hanya mampu menghasilkan memar merah jika terkena pada bagian tubuh. Tentu saja hal ini bisa berbeda ketika mengenai bagian mata atau muka dari jarak dekat. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan cedera serius pada pengguna yang terkena. Jangankan airsoft gun, sebuah garpu-pun kalau disalahgunakan dapat mengakibatkan cedera serius. Untuk menghindari penyalahgunaan tersebut, AirsoftLand, melalui PT. Tiga Tunggal Sejati, yang juga merupakan importir senjata api resmi di Indonesia, telah melalui serangkaian ujicoba di MABES POLRI untuk menguji airsoft gun ini. Airsoft Gun telah dikategorikan sebagai mainan dengan peruntukkan untuk koleksi dan olahraga saja dengan batasan-batasan terhadap kepemilikannya.

Kepemilikan airsoft gun diizinkan dengan peraturan pembatasan umur (18+), pendataan pemilik, dan disertai surat keterangan yang memuat peraturan yang tidak memperkenankan mainan ini untuk dibawa-bawa. Peraturan tersebut penting untuk ditaati agar tidak terjadi penyalahgunaan dari peruntukan kepemilikan mainan airsoft gun itu sendiri. Kepemilikan tidak resmi, seperti pembelian pada importir/pedagang tidak resmi dapat menimbulkan dampak negatif jika terjadi penyalahgunaan dari airsoft gun ini, yang tentu saja pada akhirnya nanti akan merugikan para pengguna/hobbyist airsoft itu sendiri. Pembelian airsoft gun wajib menyertakan fotokopi KTP/SIM yang masih berlaku. Pas foto 2×3 sebanyak 4 (empat) lembar. Mengisi dan menandatangani formulir pemilikan.

Sebagian besar hobbyist airsoft menggunakan airsoft gun sebagai sarana dalam bermain perang-perangan (airsoft wargames) atau sebagai barang koleksi. Sebagai benda koleksi, airsoft gun memang indah dipajang di ruang tamu maupun ruang kantor Anda. Selain itu, rekan-rekan hobbyist airsoft, menggunakan perlengkapan militer lengkap dan tak lupa dengan perangkat airsoft gun-nya,untuk bermain peperangan (airsoft wargames) layaknya serdadu tempur maupun special forces unit.

Berdandan layaknya seorang serdadu, bermain peperangan, mengkoleksi jenis-jenis mainan senjata replika airsoft gun telah menjadi bagian dari seorang hobbyist airsoft. Bersama-sama dengan rekan sehobby, para hobbyist airsoft berkumpul, bermain dan bersama-sama membuat sebuah klub airsoft wargames. Bragam klub atau perkumpulan penggemar airsoft wargames banyak bermunculan. Di Jakarta ada Code 4 Wargame Club, C-Company, Infinity, dll. Di kota lain seperti Surabaya, ada S.A.T (Surabaya Airsoft Team), C-4, G-Team, Yogyakarta ada Defcon 6, Medan dengan M.A.C (Medan Airsoft Club) dan Bandung dengan BAB (Barudak Airsoft Bandung). Selain dari klub-klub tersebut, masih banyak lagi klub-klub atau kelompok-kelompok yang menggandrungi airsoft gun ini. Uniknya, secara rutin, minimal setahun sekali, para penggemar permainan airsoft tersebut saling bertemu dan berkumpul, untuk bermain bersama di tempat-tempat yang disiapkan oleh penyelenggara.
Tahun 2003 lalu, Code 4 Wargame Club mengundang rekan-rekan sehobby untuk berkumpul dan bermain bersama di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat. Pertemuan tersebut melibatkan 75 (tujuh puluh lima) orang peserta dari Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dan Bandung.
Mereka bermalam dalam tenda-tenda dua hari tiga malam dan bermain peperangan seperti layaknya pasukan yang sedang bertempur.

Jenis-Jenis Mainan Senjata Replika Airsoft Gun
Beragam jenis replika airsoft gun tersedia di dunia. Ratusan jenis pistol atau revolver dan puluhan jenis senapan dibuat oleh beberapa fabrikan dari Jepang, Korea, Taiwan atau Hongkong. Beberapa contohnya antara lain;
• H&K PSG1
• H&K G3/SG1
• M82 Barret
• APS2
• M24
• dll

Assault Rifles
• Colt M16-A1, A2
• Colt XM177E2
• Colt AR15
• Colt M4A1 Carbine/RIS
• AK47/47S
• Steyr AUG
• FAMAS
• H&K G3/A3, A4
• FN P90
• Dll.

Submachine Gun
• H&K MP5-A2, A3, A4, A5
• Steyr TMP/SPP
• UZI
• M11 Ingram
• Dll

Machine Gun
• M60
• FN M249 Minimi
• MG42
• Dll

Handgun
• Colt 1911-A1, GM MKIV/70
• Glock 17, 18C, 19, 23, 26, 34
• Sig Sauer P226, P228, 2340
• Smith & Wesson Sigma
• Walther P99, PPK/S
• Beretta M92FS, M9 Mil, M1932, Cougar
• Strayer Voight SV Infinity
• STI Edge, Eagle
• Para Ordnance P14
• Tokarev T-33
• Dessert Eagle
• Dll

Shotgun
• Benelli M3 Super 90
• SPAS 12
• Remington M700
• Mossberg
• Dll

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.